Genset rumah sakit merupakan bagian dari sistem kelistrikan yang berfungsi menjaga fasilitas dan peralatan medis tetap beroperasi ketika pasokan listrik utama terputus.
Standar yang perlu diperhatikan juga dapat berbeda berdasarkan fungsi ruangan dan tingkat kekritisan bebannya. IGD, ICU, ruang operasi, dan fasilitas medis lainnya membutuhkan pasokan listrik yang lebih andal daripada area dengan beban non-kritis.
Apa saja standar genset untuk rumah sakit? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.
Apa Saja Standar Genset Rumah Sakit yang Harus Dipenuhi?
Standar genset rumah sakit mencakup kapasitas yang sesuai, kemampuan menyuplai area dan beban kritis, sistem transfer otomatis, instalasi yang aman, serta pengujian dan pemeliharaan secara berkala.
Beberapa aspek utama yang perlu dipenuhi meliputi:
- Kapasitas genset: harus disesuaikan dengan total beban listrik dan kebutuhan fasilitas rumah sakit.
- Beban kritis: genset harus mampu menyuplai fasilitas dan peralatan penting ketika listrik utama terputus.
- Sistem transfer: genset perlu terintegrasi dengan sistem seperti Automatic Transfer Switch (ATS) dan Automatic Mains Failure (AMF) agar perpindahan sumber listrik dapat berlangsung secara otomatis.
- Instalasi genset: pemasangan perlu memperhatikan keselamatan, ventilasi, sistem bahan bakar, pembuangan emisi, grounding, serta pengendalian kebisingan.
- Pengujian dan pemeliharaan: genset perlu diuji dan dirawat secara berkala untuk memastikan sistem siap digunakan ketika terjadi pemadaman
Salah satu regulasi yang sebelumnya menjadi rujukan adalah Permenkes No. 40 Tahun 2022 tentang Persyaratan Teknis Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Kesehatan Rumah Sakit.
Regulasi tersebut mengatur persyaratan teknis rumah sakit, termasuk sistem kelistrikan dan generator set. Namun, peraturan ini sudah dicabut oleh Permenkes No. 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit, sehingga tidak tepat jika digunakan sebagai regulasi yang masih berlaku.
Dalam dokumen Permenkes 40/2022 sebelumnya, generator set disebut harus disediakan minimal 2 unit, dan kapasitasnya ditentukan berdasarkan perhitungan kurva beban. Dokumen tersebut juga mencantumkan contoh konfigurasi 2 × 300 kVA untuk kapasitas listrik PLN sebesar 500 kVA.
Berapa Kapasitas Genset yang Dibutuhkan Rumah Sakit?
Kapasitas genset rumah sakit ditentukan berdasarkan kebutuhan beban listrik, terutama beban yang harus tetap beroperasi ketika listrik utama padam. Kapasitas tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan luas bangunan atau jumlah tempat tidur.
Perhitungannya dapat dimulai dengan mendata seluruh beban listrik, kemudian menentukan mana yang termasuk beban kritis dan perlu mendapat pasokan dari genset. Beban seperti peralatan medis, pencahayaan darurat, sistem komunikasi, dan fasilitas pendukung tertentu perlu menjadi pertimbangan utama.
Selain total beban, faktor daya atau power factor (PF) juga perlu diperhitungkan karena kapasitas genset umumnya dinyatakan dalam kVA. Misalnya, jika kebutuhan daya aktif adalah 800 kW dengan PF 0,8, kapasitas dasarnya adalah:
Kapasitas genset = 800 kW ÷ 0,8 = 1.000 kVA
Perhitungan tersebut kemudian perlu mempertimbangkan reserve capacity untuk mengantisipasi pertambahan beban serta kondisi operasional tertentu. Kapasitas akhir genset sebaiknya tidak dipilih tepat pada angka kebutuhan minimum.
Apakah Genset Harus Menyuplai Semua Beban Rumah Sakit?
Tidak semua beban rumah sakit harus disuplai oleh genset. Sistem kelistrikan biasanya membagi beban berdasarkan tingkat kepentingannya sehingga kapasitas genset dapat difokuskan pada fasilitas dan peralatan yang harus tetap beroperasi saat listrik utama padam.

Sementara itu, beban nonkritis dapat dikelompokkan atau dilepaskan sementara ketika listrik utama padam. Pembagian ini perlu disesuaikan dengan desain sistem kelistrikan dan kebutuhan operasional masing-masing rumah sakit.
Bagaimana Standar Sistem Backup Genset Rumah Sakit?
Sistem backup genset rumah sakit perlu dirancang agar sumber listrik cadangan dapat mengambil alih ketika pasokan utama mengalami gangguan. Genset menjadi bagian dari emergency atau standby power system yang bekerja bersama perangkat transfer dan distribusi listrik.
Saat listrik utama gagal, Automatic Mains Failure (AMF) dapat mendeteksi gangguan dan memberikan perintah untuk menyalakan genset. Setelah genset siap, Automatic Transfer Switch (ATS) memindahkan sumber listrik dari jaringan utama ke genset sehingga beban yang telah ditentukan kembali mendapatkan pasokan.
Untuk rumah sakit dengan kebutuhan daya yang lebih besar, beberapa genset juga dapat diatur dalam sistem paralel. Synchronizing panel digunakan untuk menyelaraskan beberapa genset, sementara sistem load sharing membantu membagi beban di antara unit yang beroperasi.
Pada beban yang tidak boleh mengalami jeda pasokan listrik, UPS (Uninterruptible Power Supply) dapat digunakan bersama genset. UPS menyediakan daya sementara ketika listrik utama terputus, sementara genset mulai beroperasi dan mengambil alih suplai listrik melalui sistem ATS.
Apa Saja Standar Instalasi Genset Rumah Sakit?
Instalasi genset rumah sakit perlu memperhatikan keselamatan, keandalan, dan kemudahan pemeliharaan. Penempatan genset juga harus dirancang agar tidak mengganggu aktivitas rumah sakit maupun membahayakan pasien dan staf.
Beberapa aspek instalasi yang perlu diperhatikan meliputi:
- Ruang genset: menyediakan ruang yang cukup untuk genset, panel, akses operator, dan pekerjaan maintenance.
- Ventilasi dan pembuangan gas: memastikan panas dan gas buang dapat dikeluarkan dengan baik dari ruang genset.
- Sistem bahan bakar: mencakup tangki, jalur bahan bakar, dan sistem pengaman untuk mendukung operasi genset.
- Grounding dan proteksi kelistrikan: membantu melindungi peralatan dan pengguna dari risiko gangguan listrik.
- Pengendalian panas dan kebisingan: penting agar operasional genset tidak mengganggu lingkungan rumah sakit.
- Lokasi genset: perlu mempertimbangkan keselamatan pasien, staf, akses maintenance, serta dampak terhadap lingkungan sekitar.
Bagaimana Pengujian dan Pemeliharaan Genset Rumah Sakit?
Pengujian dan pemeliharaan genset rumah sakit perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan sistem siap digunakan ketika listrik utama terputus. Pemeriksaan tidak hanya mencakup mesin genset, tetapi juga sistem kelistrikan dan perangkat transfer yang mendukungnya.
Beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan meliputi:
- Kondisi mesin: periksa oli, coolant, filter, baterai, sistem bahan bakar, dan komponen mesin lainnya.
- Sistem kelistrikan: periksa panel, kabel, koneksi, proteksi, dan sistem grounding.
- Load test: dilakukan untuk memastikan genset mampu menerima dan mempertahankan beban sesuai kapasitas yang direncanakan.
- ATS/AMF: periksa kemampuan sistem dalam mendeteksi kegagalan sumber listrik dan melakukan perpindahan ke genset.
- Sistem transfer: pastikan perpindahan sumber listrik dan distribusi ke beban kritis dapat berjalan sesuai desain.
- Dokumentasi: catat hasil pengujian, inspeksi, perbaikan, dan maintenance sebagai bagian dari riwayat pemeliharaan genset.
Kesimpulan: Standar Genset Rumah Sakit Harus Dipenuhi Agar Sistem Kelistrikan Andal
Memenuhi standar genset rumah sakit berarti memastikan seluruh sistem mampu menyediakan listrik cadangan secara aman dan andal ketika pasokan utama terputus. Aspek yang perlu diperhatikan mencakup kapasitas, keandalan, sistem transfer, instalasi, keselamatan, serta pemeliharaan genset.
Pemilihan kapasitas juga perlu berdasarkan perhitungan kebutuhan beban dan jenis fasilitas yang harus tetap beroperasi, bukan sekadar perkiraan dari luas bangunan atau jumlah tempat tidur.
DPS Power dapat membantu rumah sakit menentukan kebutuhan kapasitas dan konfigurasi genset sesuai kebutuhan kelistrikan fasilitas. Konsultasikan kebutuhan genset rumah sakit Anda dengan tim DPS Power untuk mendapatkan solusi yang sesuai.
FAQs Tentang Standar Genset Rumah Sakit
- Apa standar genset untuk rumah sakit?
Standar genset rumah sakit mencakup kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan beban, kemampuan menyuplai beban kritis, sistem transfer otomatis, instalasi yang aman, serta pengujian dan pemeliharaan secara berkala.
- Berapa kapasitas genset yang dibutuhkan rumah sakit?
Kapasitas genset ditentukan berdasarkan total kebutuhan daya dan beban yang harus disuplai saat listrik utama padam. Perhitungan juga perlu mempertimbangkan faktor daya, karakteristik beban, serta reserve capacity.
- Apakah genset rumah sakit harus menggunakan ATS/AMF?
ATS/AMF digunakan untuk membantu proses perpindahan sumber listrik secara otomatis ketika pasokan utama mengalami gangguan. Penerapannya perlu disesuaikan dengan desain sistem kelistrikan dan kebutuhan fasilitas rumah sakit.
- Apakah genset harus menyuplai seluruh listrik rumah sakit?
Tidak selalu. Genset dapat difokuskan pada beban kritis yang harus tetap beroperasi, seperti IGD, ICU, ruang operasi, peralatan medis penting, pencahayaan darurat, serta sistem komunikasi dan keamanan.
- Bagaimana menentukan kapasitas genset untuk IGD, ICU, dan ruang operasi?
Tentukan terlebih dahulu seluruh peralatan dan sistem yang harus tetap mendapatkan listrik di masing-masing area. Setelah total bebannya diketahui, kapasitas genset dapat dihitung dengan mempertimbangkan faktor daya dan reserve capacity.