sistem paralel genset rumah sakit

Genset paralel untuk rumah sakit dibutuhkan ketika kebutuhan daya dan tingkat keandalan listrik tidak cukup dipenuhi oleh satu unit genset. Sistem ini menghubungkan dua atau lebih genset agar dapat bekerja bersama, membagi beban, serta memberikan redundansi ketika salah satu unit mengalami gangguan atau perawatan.

Satu studi mencatat konsumsi listrik rumah sakit mencapai 2.299.077 kWh per tahun. Sistem tata udara menjadi beban terbesar sebesar 56,12%, penerangan 20,08%, dan peralatan medis 8,92%.

Karena rumah sakit memiliki banyak beban kritis yang harus tetap mendapatkan pasokan listrik, sistem paralel biasanya dipertimbangkan untuk fasilitas dengan kebutuhan daya besar, beban yang terus berkembang, atau kebutuhan kontinuitas listrik yang tinggi.

Apa Itu Genset Paralel untuk Rumah Sakit?

Sistem paralel genset adalah sistem yang menghubungkan dua atau lebih genset agar dapat bekerja bersama untuk menyuplai beban listrik. Sistem ini memungkinkan beberapa unit genset berbagi beban, sehingga pasokan listrik tidak hanya bergantung pada satu unit.

Sistem paralel memastikan beberapa genset dapat bekerja sebagai satu sistem untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah sakit. Jika salah satu unit perlu menjalani perawatan atau mengalami gangguan, unit lain dapat tetap beroperasi sesuai kapasitas dan konfigurasi sistem yang dirancang.

Secara sederhana, cara kerja sistem paralel pada genset rumah sakit dapat digambarkan sebagai berikut:

cara kerja sistem paralel genset di rumah sakit

Kapan Rumah Sakit Membutuhkan Genset Paralel?

Sistem genset paralel di rumah sakit biasanya dipertimbangkan ketika kebutuhan daya, tingkat redundansi, atau fleksibilitas operasional membuat satu unit genset kurang ideal.

1. Ketika Kebutuhan Daya Terlalu Besar untuk Satu Genset

Rumah sakit dengan kebutuhan daya besar dapat menggunakan beberapa genset yang bekerja secara paralel untuk memenuhi total beban.

Misalnya, kebutuhan backup mencapai 1.000 kVA dapat dipenuhi dengan konfigurasi dua genset 500 kVA, tergantung pada hasil perhitungan beban dan desain sistem.

Kedua genset dapat melakukan load sharing, yaitu membagi beban listrik di antara unit yang beroperasi. Pembagian ini menghindari ketergantungan pada satu genset berkapasitas sangat besar.

2. Ketika Rumah Sakit Membutuhkan Redundansi

Redundansi menjadi pertimbangan penting ketika rumah sakit membutuhkan tingkat keandalan listrik yang lebih tinggi. Sebagai contoh, konfigurasi 3 × 500 kVA dapat dirancang dengan tingkat redundansi tertentu.

Jika satu unit mengalami gangguan atau harus menjalani perawatan, unit lainnya masih dapat menyuplai beban yang diperlukan sesuai kapasitas dan desain sistem.

3. Ketika Beban Rumah Sakit Berubah-ubah

Kebutuhan listrik rumah sakit dapat berubah berdasarkan waktu operasional, penggunaan ruang, peralatan medis, sistem tata udara, dan fasilitas lainnya.

Jumlah unit yang beroperasi pada area kritis rumah sakit dapat disesuaikan dengan kebutuhan beban dapat disesuaikan dengan jumlah unit genset. Misalnya, ketika beban relatif rendah, tidak semua unit harus beroperasi.

Saat kebutuhan meningkat, unit tambahan dapat diaktifkan untuk membantu memenuhi beban. Hal ini membuat sistem paralel lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan kebutuhan listrik.

4. Ketika Rumah Sakit Akan Mengembangkan Fasilitas

Pengembangan rumah sakit dapat meningkatkan kebutuhan listrik, seperti penambahan gedung, ruang perawatan, peralatan medis, sistem tata udara, maupun fasilitas pendukung.

Sistem paralel memberikan fleksibilitas untuk menambah kapasitas sesuai perkembangan kebutuhan. Namun, rencana pengembangan tersebut sebaiknya sudah diperhitungkan sejak awal agar kapasitas genset, panel, distribusi listrik, dan infrastruktur pendukung dapat dirancang secara terintegrasi.

Apa Saja Komponen Penting dalam Sistem Paralel Genset Rumah Sakit?

Sistem paralel genset membutuhkan beberapa komponen agar setiap unit dapat bekerja secara terkoordinasi dan aman. Komponen yang dibutuhkan di antaranya synchronizing system, load sharing, ATS/AMF, paralleling panel, dan protection system.

1. Synchronizing System

Synchronizing system memastikan parameter listrik dari masing-masing genset sesuai sebelum unit dihubungkan ke sistem paralel. Parameter yang diperiksa antara lain tegangan, frekuensi, dan fase. Sinkronisasi memastikan genset terhubung dengan aman dan bekerja sama tanpa menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan.

2. Load Sharing

Load sharing berfungsi membagi beban listrik di antara genset yang sedang beroperasi. Jika ada dua genset yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan beban tertentu, sistem load sharing akan mengatur pembagian beban agar masing-masing unit bekerja sesuai kapasitas dan pengaturan yang telah ditentukan.

3. ATS/AMF

ATS (Automatic Transfer Switch) berfungsi memindahkan sumber listrik secara otomatis, misalnya dari PLN ke genset ketika terjadi gangguan pada sumber utama.

Sementara itu, AMF (Automatic Main Failure) mendeteksi kegagalan sumber listrik utama dan memberikan perintah agar genset melakukan starting secara otomatis.

Pada sistem rumah sakit, ATS/AMF dapat menjadi bagian penting dari proses perpindahan sumber listrik tanpa harus dilakukan secara manual.

4. Synchronizing & Paralleling Panel

Panel ini menjadi bagian penting dalam mengatur beberapa genset agar dapat bekerja secara paralel. Sistem di dalamnya membantu mengatur proses sinkronisasi, koneksi antarunit, pembagian beban, serta komunikasi dengan controller genset.

5. Protection System

Protection system berfungsi melindungi genset dan sistem kelistrikan dari kondisi abnormal. Proteksi dapat mencakup kondisi seperti overvoltage, undervoltage, overfrequency, underfrequency, overcurrent, atau gangguan lain yang dapat memengaruhi sistem.

Kesimpulan: Kapan Genset Paralel Dibutuhkan Rumah Sakit?

Genset paralel dibutuhkan ketika kebutuhan listrik rumah sakit memerlukan kapasitas, fleksibilitas, dan redundansi yang sulit dipenuhi oleh satu unit genset. Perhitungan perlu mempertimbangkan total beban, beban kritis, profil penggunaan listrik, kebutuhan redundansi, serta desain sistem kelistrikan secara keseluruhan.

DPS Power dapat membantu melalui konsultasi dan perhitungan kebutuhan genset. Didukung tim teknisi berpengalaman, DPS Power menyediakan pilihan genset, instalasi, serta layanan servis dan spare part untuk mendukung kebutuhan kelistrikan fasilitas Anda.

FAQ Genset Paralel untuk Rumah Sakit

  1. Apakah Genset Diesel Bisa Digunakan Secara Paralel?

Ya. Dua atau lebih genset diesel dapat dihubungkan dalam sistem paralel untuk bekerja bersama menyuplai beban listrik. Dengan sistem sinkronisasi dan load sharing yang sesuai, masing-masing unit dapat berbagi beban dan beroperasi sebagai satu sistem pembangkit.

  1. Berapa jumlah genset yang dibutuhkan untuk rumah sakit?

Jumlah genset tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan ukuran atau jumlah tempat tidur rumah sakit. Perhitungannya perlu mempertimbangkan total beban, beban kritis, kapasitas setiap unit, kebutuhan redundansi, dan rencana pengembangan fasilitas.

  1. Apa perbedaan genset paralel dan satu genset berkapasitas besar?

Genset paralel menggunakan beberapa unit yang bekerja bersama untuk memenuhi beban, sedangkan satu genset berkapasitas besar mengandalkan satu unit sebagai sumber utama backup. Sistem paralel memberikan fleksibilitas dalam pembagian beban dan pengoperasian beberapa unit, tetapi membutuhkan sistem sinkronisasi dan kontrol yang sesuai.

  1. Apakah genset paralel bisa digunakan untuk sistem N+1?

Bisa. Konfigurasi N+1 menggunakan satu unit tambahan di luar jumlah genset yang dibutuhkan untuk memenuhi beban. Dengan konfigurasi ini, kapasitas cadangan tetap tersedia ketika salah satu unit mengalami gangguan atau menjalani perawatan. Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan beban dan desain sistem.

  1. Apakah genset paralel tetap membutuhkan ATS/AMF?

Ya, ATS/AMF dapat menjadi bagian dari sistem kelistrikan genset paralel. AMF mendeteksi kegagalan sumber utama dan memberikan perintah starting, sedangkan ATS mengatur perpindahan sumber listrik sesuai konfigurasi sistem. Pada sistem paralel, perangkat kontrol dan panel juga diperlukan untuk mengatur sinkronisasi serta pembagian beban antarunit.