Genset untuk fasilitas publik

Genset diesel dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan beban merupakan salah satu pilihan yang dapat digunakan untuk menjaga operasional stasiun, bandara, dan fasilitas publik tetap berjalan saat pasokan listrik utama terputus.

Pentingnya backup power ini terlihat dari kejadian di Stasiun Surabaya Gubeng pada Juni 2026. Saat itu, pasokan listrik dari PLN ke gedung stasiun sisi barat sempat terhenti sehingga lampu penerangan di area stasiun padam. 

Dilansir dari Kompas.com, KAI Daop 8 Surabaya langsung mengoperasikan genset stasiun untuk menjaga sejumlah fasilitas pelayanan tetap mendapatkan pasokan listrik, sehingga operasional kereta dan layanan tetap berjalan normal.

Kasus ini menunjukkan bahwa pemilihan genset untuk fasilitas publik tidak bisa hanya berdasarkan merek atau kapasitas kVA. Jenis beban, kebutuhan daya, durasi backup, sistem transfer, hingga kebutuhan redundansi juga perlu diperhitungkan. Lalu, genset seperti apa yang cocok untuk stasiun, bandara, dan fasilitas publik lainnya?

Apa Saja Kebutuhan Listrik di Fasilitas Publik? 

Setiap fasilitas publik memiliki kebutuhan listrik yang berbeda, tergantung pada jenis layanan, kapasitas operasional, luas area, dan peralatan yang digunakan. Kebutuhan genset untuk stasiun tidak selalu sama dengan bandara, rumah sakit, atau gedung pemerintahan.

Genset digunakan untuk menjaga beban-beban penting tetap mendapatkan pasokan listrik ketika sumber listrik utama mengalami gangguan. Beban tersebut dapat mencakup penerangan, sistem keamanan, komunikasi, hingga peralatan yang mendukung operasional fasilitas.

Contoh Beban Listrik yang Perlu Didukung Genset

FasilitasContoh Beban yang Perlu Didukung
StasiunPenerangan, ticketing, CCTV, eskalator, sistem informasi penumpang
BandaraBaggage handling system, lighting, CCTV, IT, sistem informasi
TerminalPenerangan, ticketing, CCTV, informasi penumpang, sistem komunikasi
Rumah sakitPeralatan medis, lighting, HVAC, sistem komunikasi, pompa
Gedung pemerintahanIT, lighting, CCTV, sistem keamanan, peralatan operasional

Namun, tidak semua beban harus selalu ditopang genset. Fasilitas publik perlu menentukan critical load atau beban prioritas yang harus tetap beroperasi ketika listrik utama padam. Penentuan beban prioritas ini menjadi salah satu dasar untuk menghitung kapasitas genset yang dibutuhkan.

Semakin banyak peralatan penting yang harus tetap beroperasi, semakin besar pula kebutuhan daya genset yang perlu disiapkan. Sebelum memilih genset, penting untuk mengidentifikasi beban apa saja yang benar-benar membutuhkan pasokan listrik cadangan.

Genset Apa yang Cocok untuk Stasiun, Bandara, dan Fasilitas Publik?

Jenis genset yang cocok untuk stasiun, bandara, dan fasilitas publik bergantung pada kapasitas beban, lokasi pemasangan, kebutuhan operasional, serta tingkat keandalan yang dibutuhkan. Untuk kebutuhan backup, genset diesel menjadi salah satu pilihan yang umum digunakan karena tersedia dalam berbagai kapasitas dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas.

1. Genset Diesel

Genset diesel cocok untuk fasilitas publik yang membutuhkan sumber listrik cadangan dengan kapasitas relatif besar. Genset jenis ini tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari kebutuhan daya menengah hingga aplikasi dengan beban yang jauh lebih besar.

Beberapa merek engine yang dapat dipertimbangkan antara lain Cummins, Perkins, Deutz, Mitsubishi, MTU, dan Isuzu. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kapasitas, spesifikasi teknis, kebutuhan operasional, serta ketersediaan layanan purna jual.

2. Genset Silent Type

Jika genset dipasang di area yang dekat dengan penumpang atau masyarakat, tingkat kebisingan menjadi salah satu pertimbangan. Dalam kondisi tersebut, genset silent type dapat menjadi pilihan.

Genset silent menggunakan soundproof canopy yang membantu mengurangi kebisingan ketika mesin beroperasi. Silent type dapat dipertimbangkan untuk fasilitas yang berada di area perkotaan atau memiliki keterbatasan dalam pengendalian suara.

3. Genset Open Type

Berbeda dengan silent type, genset open type tidak menggunakan soundproof canopy. Genset ini umumnya ditempatkan di ruang genset khusus yang telah dilengkapi sistem ventilasi, exhaust, dan peredaman suara yang sesuai.

Open type dapat menjadi pilihan ketika fasilitas memiliki ruang genset yang memadai. Desain terbuka juga membuat akses ke berbagai komponen genset untuk inspeksi dan maintenance relatif lebih mudah.

4. Genset dengan Sistem ATS/AMF

Untuk fasilitas publik yang membutuhkan perpindahan sumber listrik secara otomatis, genset dapat dipadukan dengan ATS/AMF.

AMF (Automatic Mains Failure) berfungsi untuk mendeteksi ketika pasokan listrik utama, seperti PLN, mengalami kegagalan. Sistem kemudian dapat memberikan perintah untuk menyalakan genset secara otomatis.

Sementara itu, ATS (Automatic Transfer Switch) berfungsi memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset setelah genset siap menyuplai beban. Ketika pasokan PLN kembali normal, sistem dapat mengembalikan sumber listrik ke PLN sesuai pengaturan.

Kombinasi ATS/AMF membuat perpindahan sumber listrik tidak perlu dilakukan secara manual. Sistem ini dapat membantu menjaga kontinuitas operasional pada fasilitas seperti stasiun, bandara, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya.

Apa Merek Genset yang Cocok untuk Stasiun, Bandara, dan Fasilitas Publik?

Merek genset yang dipilih sebaiknya memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan beban, reputasi yang baik, serta dukungan servis dan suku cadang yang mudah diperoleh. Beberapa merek engine genset yang dapat dipertimbangkan untuk aplikasi komersial, industri, dan fasilitas publik antara lain Cummins, Perkins, Deutz, MTU, dan Mitsubishi.

Merk genset untuk fasilitas publik

Cummins

Cummins menawarkan engine genset dalam berbagai rentang kapasitas sehingga dapat digunakan untuk beragam kebutuhan, mulai dari fasilitas komersial hingga aplikasi dengan kebutuhan daya besar. Pilihan kapasitas yang luas membuatnya dapat dipertimbangkan untuk fasilitas publik dengan kebutuhan backup yang berbeda-beda.

Perkins

Perkins dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan standby power dan aplikasi industri. Engine Perkins tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas dan dapat digunakan untuk kebutuhan backup listrik pada fasilitas komersial maupun publik.

Deutz

Deutz dikenal sebagai salah satu produsen engine yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan power generation. Merek ini dapat dipertimbangkan untuk fasilitas yang membutuhkan genset dengan tuntutan operasional tinggi.

Mitsubishi

Mitsubishi dapat menjadi pilihan untuk aplikasi dengan kebutuhan daya besar. Engine Mitsubishi juga digunakan pada berbagai aplikasi power generation yang membutuhkan performa dan keandalan dalam pengoperasian.

MTU

MTU dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan daya tinggi, termasuk fasilitas yang membutuhkan sistem backup dengan konfigurasi lebih kompleks. Engine MTU tersedia untuk berbagai aplikasi power generation berkapasitas besar.

Berapa Kapasitas Genset yang Dibutuhkan untuk Stasiun, Bandara, dan Fasilitas Publik?

Kapasitas genset untuk stasiun, bandara, atau fasilitas publik ditentukan dengan melihat total beban yang harus ditopang genset, terutama beban prioritas yang tetap harus beroperasi ketika pasokan listrik utama terputus.

Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:

Kapasitas genset untuk fasilitas publik

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitas Genset?

Sebagai gambaran awal, kebutuhan kapasitas dapat dihitung menggunakan rumus sederhana, yaitu: Kapasitas Genset = Total Beban ÷ Faktor Beban

Misalnya, sebuah fasilitas memiliki beban prioritas sebesar 600 kW dan ingin mengoperasikan genset pada sekitar 80% kapasitasnya. Maka: 600 kW ÷ 80% = 750 kW

Namun, hasil tersebut belum tentu menjadi kapasitas genset final. Perhitungan aktual juga perlu mempertimbangkan starting load, power factor, jenis beban, dan karakteristik masing-masing peralatan.

Sebagai contoh, jika beban prioritas mencapai 600 kW dan di dalamnya terdapat motor untuk pompa, lift, eskalator, atau HVAC, kebutuhan genset dapat menjadi lebih besar karena peralatan tersebut membutuhkan daya awal (starting current) ketika pertama kali dinyalakan.

Bagaimana Cara Memilih Genset yang Tepat untuk Fasilitas Publik?

Memilih genset yang tepat untuk fasilitas publik perlu dilakukan secara bertahap agar kapasitas, konfigurasi, dan sistem backup benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional. Prosesnya dimulai dari mengidentifikasi seluruh beban, menentukan beban yang paling kritis, menghitung kebutuhan daya, hingga memastikan genset mampu menghadapi beban awal saat peralatan mulai beroperasi.

Berikut langkah-langkah yang dapat digunakan sebagai checklist:

Step 1: Identifikasi Seluruh Beban

Catat seluruh peralatan yang membutuhkan pasokan listrik, mulai dari penerangan, sistem keamanan, perangkat IT, HVAC, pompa, lift, hingga peralatan operasional lainnya. Sertakan kapasitas daya dan karakteristik masing-masing beban.

Step 2: Tentukan Critical Load

Tentukan peralatan yang wajib tetap beroperasi ketika listrik utama terputus. Beban inilah yang menjadi prioritas utama dalam menentukan kapasitas dan konfigurasi sistem backup.

Step 3: Hitung Kebutuhan kW/kVA

Hitung total daya dari critical load yang akan disuplai genset. Perhatikan juga power factor karena kebutuhan beban dalam kW perlu dikonversikan ke kapasitas genset dalam kVA.

Step 4: Perhitungkan Starting Load

Identifikasi peralatan dengan motor atau kompresor yang membutuhkan daya lebih besar saat pertama kali dinyalakan, seperti pompa, lift, eskalator, dan HVAC. Starting load ini perlu diperhitungkan agar genset tidak mengalami penurunan tegangan atau gagal mengambil beban.

Step 5: Tentukan Sistem Backup

Tentukan seberapa besar kebutuhan backup power fasilitas. Apakah cukup dengan satu genset, membutuhkan genset cadangan, atau menggunakan beberapa genset yang bekerja secara paralel (paralleling system) untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem.

Step 6: Pilih Jenis Genset dan Engine

Pilih jenis genset berdasarkan kebutuhan fasilitas dan lokasi pemasangan. Genset silent type dapat dipertimbangkan untuk area yang dekat dengan masyarakat, sedangkan open type lebih sesuai jika tersedia ruang genset khusus. Pemilihan engine juga perlu disesuaikan dengan kapasitas, kebutuhan operasional, dan dukungan purna jual.

Step 7: Tentukan ATS/AMF atau Paralleling System

Untuk fasilitas yang membutuhkan perpindahan sumber listrik secara otomatis, gunakan sistem ATS/AMF agar genset dapat menyala dan mengambil alih beban ketika listrik utama gagal. Jika kebutuhan daya atau tingkat keandalan lebih tinggi, beberapa genset dapat dikonfigurasi menggunakan paralleling system.

Step 8: Hitung Kebutuhan Bahan Bakar

Perkirakan konsumsi bahan bakar berdasarkan kapasitas genset, persentase beban, dan durasi operasional yang dibutuhkan. Perhitungan ini membantu menentukan kapasitas tangki bahan bakar sehingga genset dapat beroperasi sesuai kebutuhan tanpa terlalu sering melakukan pengisian ulang.

Step 9: Siapkan Preventive Maintenance

Genset untuk fasilitas publik perlu memiliki jadwal preventive maintenance yang teratur. Pemeriksaan oli, filter, coolant, baterai, sistem kelistrikan, dan komponen genset lainnya membantu menjaga genset tetap siap digunakan ketika terjadi gangguan listrik.

Step 10: Konsultasikan Desain dengan Teknisi atau Engineer

Llakukan verifikasi bersama teknisi atau engineer. Mereka dapat membantu mengevaluasi load list, kapasitas genset, starting load, sistem ATS/AMF, kebutuhan redundansi, hingga desain instalasi agar sistem backup sesuai dengan kondisi fasilitas dan standar teknis yang berlaku.

Kesimpulan: Genset Apa yang Paling Cocok untuk Fasilitas Publik?

Tidak ada satu kapasitas atau jenis genset yang paling cocok untuk semua fasilitas publik. Genset diesel menjadi salah satu pilihan umum untuk kebutuhan backup berkapasitas besar, tetapi pemilihannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing fasilitas.

Beberapa hal utama yang perlu diperhatikan adalah:

  • Beban aktual dan critical load, untuk menentukan peralatan mana yang harus tetap mendapatkan pasokan listrik.
  • Starting load, terutama jika terdapat peralatan bermotor seperti pompa, lift, eskalator, dan HVAC.
  • Kebutuhan redundancy, untuk memastikan sistem tetap memiliki backup ketika salah satu genset mengalami gangguan atau sedang dalam maintenance.
  • Durasi backup, untuk menentukan kemampuan genset dan kebutuhan bahan bakar selama listrik utama terputus.
  • ATS/AMF dan multiple/paralleling genset, terutama untuk fasilitas yang membutuhkan kontinuitas operasional dan tidak boleh mengalami downtime yang panjang.

DPS Power dapat menjadi mitra distributor genset yang bisa Anda percayai. Kami melayani konsultasi gratis dan menawarkan produk genset orisinal bergaransi. Kami juga membantu proses instalasi genset dan servis genset bersama teknisi berpengalaman.

FAQ Tentang Genset untuk Fasilitas Publik

Apakah genset diesel cocok untuk stasiun dan bandara?

Ya. Genset diesel dapat menjadi pilihan untuk stasiun dan bandara karena tersedia dalam berbagai kapasitas dan dapat digunakan sebagai sumber listrik cadangan untuk beban dengan kebutuhan daya besar. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan total beban, critical load, starting load, dan kebutuhan durasi backup.

Di mana bisa mendapatkan genset untuk stasiun dan fasilitas publik?

Genset untuk stasiun, bandara, dan fasilitas publik sebaiknya diperoleh dari distributor terpercaya. Jika Anda mencari distributor genset di Surabaya atau Jawa Timur, DPS Power menyediakan berbagai pilihan genset dan layanan teknis lengkap. 

DPS Power juga bisa menjadi distributor genset di Jakarta dan Jabodetabek yang melayani proses konsultasi, pengadaan, dan layanan purna jual.

Berapa kVA genset yang dibutuhkan untuk stasiun?

Tidak ada kapasitas kVA yang berlaku untuk semua stasiun. Kebutuhannya harus dihitung berdasarkan total critical load, power factor, starting load, serta peralatan yang harus tetap beroperasi saat listrik utama terputus.

Apakah genset untuk fasilitas publik harus menggunakan ATS?

Tidak selalu, tetapi ATS sangat direkomendasikan untuk fasilitas yang membutuhkan perpindahan sumber listrik secara cepat dan otomatis. Sistem ATS/AMF memungkinkan genset menyala dan mengambil alih beban ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan tanpa perlu dilakukan secara manual.

Apakah fasilitas publik membutuhkan lebih dari satu genset?

Tergantung pada kebutuhan kapasitas dan tingkat keandalan fasilitas. Fasilitas dengan beban besar atau kebutuhan redundansi yang tinggi dapat menggunakan beberapa genset dalam konfigurasi multiple atau paralel. Konfigurasi ini memungkinkan beban dibagi dan menyediakan backup tambahan ketika salah satu unit mengalami gangguan atau maintenance.