Bagaimana cara memilih genset untuk hotel yang tepat? Jawabannya bergantung pada tiga faktor utama, yaitu kapasitas daya yang sesuai, jenis genset yang tepat, dan merek yang terpercaya untuk operasional jangka panjang.

Di industri perhotelan, genset menjadi tulang punggung seluruh operasional. Menurut studi yang dikutip oleh International Energy Agency (IEA), kerugian akibat pemadaman listrik di sektor industri bisa mencapai miliaran rupiah per jam. 

Sementara itu, memilih genset untuk hotel tidak bisa sembarangan. Berikut telah kami rangkum jenis genset yang cocok untuk hotel, cara menghitung kapasitas genset, hingga rekomendasi merek ternama.

Sebelum masuk ke inti pembahasan, simak dulu alasan mengapa hotel wajib memiliki genset.

Mengapa Genset Hotel sangat Penting? 

Genset untuk hotel berfungsi sebagai pelengkap infrastruktur hotel sekaligus sebagai investasi pelindung bisnis. Berbeda dengan bisnis lain yang masih bisa beroperasi secara terbatas saat listrik padam, hotel tidak punya pilihan tersebut. 

Tamu yang sudah check-in tetap membutuhkan AC, lift, pencahayaan, air panas, dan akses internet. Lebih lanjut, ada tiga poin utama mengapa genset sangat diperlukan di industri perhotelan, baik hotel bintang 3, 4, maupun 5.

Beban Listrik Hotel Sangat Besar dan Beragam

Sistem kelistrikan hotel mencakup hampir seluruh aspek operasional secara bersamaan. Kelistrikan hotel sendiri cukup kompleks.

Alat elektronik seperti pendingin udara (AC), lift, pencahayaan, peralatan dapur profesional, sistem keamanan dan CCTV, hingga infrastruktur IT harus terus berjalan dan semuanya bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Standar Operasional Hotel Tidak Boleh Terganggu

Hotel beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan tidak memiliki jam tutup. Selain itu, semakin tinggi bintang hotel, semakin tinggi pula ekspektasi tamu terhadap kenyamanan dan keandalan layanan.

Blackout Berdampak Langsung pada Reputasi dan Pendapatan

Pengalaman buruk tamu dapat menyebar sangat cepat. Satu malam tanpa listrik di hotel bisa berujung pada ulasan negatif di berbagai platform online. Ulasan tersebut bisa saja sulit dihapus dan berdampak panjang pada tingkat hunian kamar pada bulan-bulan berikutnya.

Simak manfaat genset untuk hotel lebih detail melalui artikel berikut: Manfaat Penggunaan Genset Hotel 

Jenis Genset Apa yang Cocok untuk Hotel?

Secara umum, ada dua kategori utama jenis genset yang cocok dipakai di industri perhotelan ditinjau dari segi fungsi dan desain fisik.  Dari segi fungsi, terdapat standby power generator dan prime power generator, sedangkan dari desain fisik, ada genset silent  dan genset open. 

Untuk memahami perbedaan dan perbandingan tiap kategori, simak tabel dan penjelasan masing-masing jenis berikut ini.

Standby Power vs Prime Power

Standby power generator atau genset standby adalah genset yang hanya aktif ketika pasokan listrik PLN terputus. Jenis ini paling umum digunakan oleh hotel di kawasan perkotaan yang sudah terhubung dengan jaringan listrik PLN karena lebih hemat bahan bakar dan perawatannya mudah.

Prime power generator adalah genset yang difungsikan sebagai sumber listrik utama secara terus-menerus. Jenis ini lebih cocok untuk hotel di lokasi terpencil seperti resor di pegunungan atau pulau kecil yang belum terjangkau jaringan PLN.

Untuk sebagian besar hotel di Indonesia, standby power generator adalah pilihan yang tepat.

Silent Type vs Open Type

Silent type adalah genset yang dilengkapi kanopi peredam suara, sehingga tingkat kebisingannya jauh lebih rendah. Jenis ini sangat direkomendasikan untuk hotel karena tidak mengganggu kenyamanan tamu.

Genset silent cocok ditempatkan di area terbuka atau semi-terbuka dan telah memenuhi regulasi kebisingan lingkungan.

Open type adalah genset tanpa peredam suara dengan harga yang lebih terjangkau. Jenis ini masih bisa digunakan untuk hotel, asalkan ditempatkan di ruang teknis khusus seperti basement atau ruang mesin yang terisolasi dari area tamu.

Secara umum, genset silent adalah pilihan utama untuk hotel, terutama hotel bintang 3 ke atas yang mengutamakan kenyamanan dan ketenangan tamu. 

Bagaimana Cara Menghitung Kapasitas Genset untuk Hotel? 

Kapasitas genset dihitung berdasarkan total beban listrik yang harus ditanggung saat PLN padam. Secara umum, dengan cara menjumlahkan daya semua perangkat yang akan dihubungkan ke genset. 

Hasilnya dikonversikan dari watt ke kVA dengan membagi angka tersebut dengan faktor daya (power factor), yang umumnya berkisar pada angka 0,8. Ikuti langkah-langkah menghitung kapasitas genset untuk hotel berikut.

Langkah 1: Inventarisasi Semua Perangkat Listrik

Sebagai tahap awal, Anda perlu mencatat seluruh perangkat yang harus tetap beroperasi saat listrik PLN padam, beserta daya masing-masing. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Jumlah kamar: Semakin banyak kamar, semakin besar konsumsi daya untuk AC, pencahayaan, dan perangkat elektronik
  • Fasilitas tambahan: Restoran, kolam renang, spa, gym, dan ballroom masing-masing memiliki beban listrik yang signifikan
  • Sistem HVAC: Pendingin udara biasanya menjadi beban terbesar dalam operasional hotel
  • Infrastruktur pendukung: Lift, sistem keamanan, CCTV, dan jaringan IT

Langkah 2: Jumlahkan Total Beban dan Konversi kVA

Tambahkan daya semua perangkat tersebut untuk mendapatkan total beban listrik hotel dalam satuan kW. Misalnya, hotel bintang 4 dengan 150 kamar memiliki total beban listrik dari AC, lift, pencahayaan, dapur, dan sistem keamanan yang setelah dijumlahkan mencapai 280 kW.

Selanjutnya, konversi hasil tersebut ke kVA dilakukan dengan membagi total beban (kW) dengan faktor daya 0,8 karena spesifikasi genset di pasaran selalu menggunakan satuan kVA, bukan kW.

Contoh: 280 kW ÷ 0,8 = 350 kVA 

Langkah 3: Tambahkan Buffer 20–30%

Kemudian, pilih genset dengan kapasitas 20–30% lebih besar dari hasil perhitungan. Genset yang bekerja di batas maksimal kapasitasnya akan lebih cepat aus dan rawan mengalami kerusakan. 

Buffer ini juga memberi ruang apabila hotel menambah fasilitas atau perangkat baru di masa mendatang. Dari contoh sebelumnya, kapasitas genset yang sebaiknya Anda pilih adalah 500 kVA, yang di dapat dari: 

350 kVA + 25% = 437 kVA 

Dengan perhitungan tersebut, Anda disarankan menggunakan genset 500 kVA. Sebagai acuan umum, berikut adalah kisaran kapasitas genset yang umum digunakan di industri perhotelan Indonesia:

  • Hotel Bintang 3: 100 – 250 kVA
  • Hotel Bintang 4: 250 – 500 kVA
  • Hotel Bintang 5: 500 kVA ke atas 

Apa Merek Genset Hotel Terbaik di 2026?

DPS Power merekomendasikan tiga merek besar untuk digunakan di industri perhotelan pada tahun 2026, seperti Genset Cummins, Perkins, dan MTU. Ketiganya memiliki reputasi sangat baik untuk digunakan pada segmen menengah dan besar. Lihat perbandingannya melalui tabel di bawah ini.

 

Cummins

Perkins

MTU

Segmen

Menengah – Besar

Menengah

Premium

Kapasitas

20 – 2.500 kVA

10 – 2.250 kVA

400 – 3.000 kVA

Cocok untuk

Bintang 3 – 5

Bintang 3 – 4

Bintang 5

Keunggulan

Andal, efisien, purna jual luas

Populer, spare part mudah didapat

Performa tinggi, sangat senyap

Bahan bakar

Diesel

Diesel

Diesel

Untuk hotel bintang 3 dan 4, genset Cummins dan Perkins adalah pilihan ideal dan praktis dari sisi ketersediaan spare part dan jaringan servis genset

Sedangkan untuk hotel bintang 5 yang membutuhkan performa maksimal dan tingkat kebisingan serendah mungkin, genset MTU adalah pilihan premium yang layak dipertimbangkan.

Apakah Genset Hotel Memerlukan Panel ATS? 

Kami merekomendasikan genset hotel selalu dilengkapi dengan panel ATS. Alasannya agar perpindahan sumber listrik berlangsung secara otomatis saat listrik padam.

Tanpa panel ATS, perpindahan dilakukan secara manual oleh operator, yang berarti ada jeda waktu antara PLN padam dan genset aktif.  Di hotel yang beroperasi 24 jam, jeda beberapa menit saja sudah berdampak langsung pada kenyamanan tamu.

Panel ATS (Automatic Transfer Switch) adalah sistem kontrol yang secara otomatis memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset dan sebaliknya. Perpindahan ini dilakukan tanpa campur tangan operator. 

Ketika PLN padam, panel ATS mendeteksi gangguan tersebut dan langsung memerintahkan genset menyala, lalu memindahkan beban listrik secara otomatis dalam hitungan detik.

Setidaknya ada tiga manfaat panel ATS jika dirangkai dengan sistem genset, seperti perpindahan otomatis, tidak bergantung pada operator, dan dapat melindungi perangkat elektronik.

  • Perpindahan daya tanpa jeda:  Tamu tidak menyadari bahwa listrik PLN sempat padam
  • Tidak bergantung pada operator: Sistem bekerja otomatis kapan pun, termasuk tengah malam
  • Melindungi perangkat elektronik: Perpindahan yang mulus mencegah lonjakan arus yang bisa merusak peralatan hotel

Untuk mempelajari cara memilih panel ATS yang tepat, baca artikel kami yang berjudul: Bagaimana Cara Memilih Panel ATS yang Tepat untuk Industri Anda?

Pilih Genset untuk Hotel Anda di DPS Power 

Memilih genset untuk hotel adalah salah satu investasi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan. Ada tiga hal utama yang perlu diputuskan dengan tepat: kapasitas daya yang sesuai kebutuhan, jenis genset yang tepat, dan merek yang terpercaya untuk operasional jangka panjang.

Anda bisa mengingat panduan singkat berikut

  • Hitung total beban listrik, konversi ke kVA, dan tambahkan buffer 20–30%
  • Pilih genset silent untuk hotel bintang 3 ke atas
  • Sesuaikan merek dengan segmen hotel 
  • Lengkapi dengan panel ATS agar perpindahan daya berlangsung otomatis

Butuh rekomendasi genset yang sesuai untuk hotel Anda? Tim DPS Power siap membantu Anda, mulai dari konsultasi kebutuhan daya, pemilihan produk, hingga instalasi dan purna jual. Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik.

FAQs Seputar Genset untuk Hotel

  1. Berapa lama genset hotel boleh dinyalakan?

Untuk genset standby, umumnya direkomendasikan beroperasi maksimal 8–24 jam sekali jalan, setelah itu perlu diistirahatkan agar mesin tidak overheat dan oli tetap bekerja optimal. Genset prime power dirancang untuk beroperasi terus-menerus 24 jam sehari. Namun, selalu lihat panduan dari produsen genset yang Anda gunakan untuk durasi maksimal pemakaian genset.

  1. Apakah hotel wajib menggunakan genset silent type?

Tidak ada aturan yang mewajibkan, namun silent type sangat direkomendasikan untuk hotel bintang 3 ke atas karena tingkat kebisingannya jauh lebih rendah sehingga tidak mengganggu kenyamanan tamu.

  1. Apa perbedaan genset standby dan prime power untuk hotel?

Genset standby hanya aktif saat PLN padam dan cocok untuk hotel di kawasan perkotaan. Genset prime power berfungsi sebagai sumber listrik utama dan lebih cocok untuk hotel atau resor di lokasi yang belum terjangkau jaringan PLN.

  1. Apakah genset hotel harus dilengkapi dengan panel ATS?

Sangat disarankan. Panel ATS memungkinkan perpindahan dari PLN ke genset berlangsung otomatis tanpa campur tangan operator, sehingga tamu tidak merasakan gangguan sama sekali.

  1. Merek genset apa yang paling cocok untuk hotel?

Cummins dan Perkins adalah pilihan yang paling umum untuk hotel bintang 3 dan 4 karena keandalannya dan kemudahan mendapatkan suku cadang. Untuk hotel bintang 5 yang membutuhkan performa premium, MTU adalah pilihan yang layak dipertimbangkan.

  1. Berapa biaya perawatan genset hotel?

Perawatan genset hotel umumnya dilakukan setiap 250 jam operasi dan mencakup penggantian oli, penggantian filter, serta pemeriksaan komponen genset. Biaya bervariasi tergantung pada kapasitas genset dan merek yang digunakan.