Saat ini, sudah banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang menggunakan genset sebagai sumber listrik. Ya, genset memang bisa diandalkan sebagai pemasok listrik berkapasitas besar yang dibutuhkan dalam industri atau pabrik, hotel, rumah sakit, restoran dan lainnya.

Selain itu, genset juga bisa menjadi alternatif bagi masyarakat biasa saat pemadaman listrik dari PLN secara tiba-tiba. Nah, untuk menghindari pemadaman listrik yang bisa terjadi kapan saja, masyarakat pun banyak yang menggunakan genset untuk kegiatan-kegiatan penting, seperti pernikahan, pentas musik, kampanye dan lainnya.

Oleh karenanya, cara kerja genset dalam menghasilkan energi listrik perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui cara kerjanya, Anda nantinya akan bisa mengoperasikan genset dengan benar.

Cara Kerja Genset Menghasilkan Energi Listrik

Cara kerja genset sejatinya tidak sulit dipahami. Genset atau generator set adalah alat yang mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik melalui sumber eksternal dari bahan bakar yang digunakannya.

Sederhananya, genset mengubah energi pada bahan bakar menjadi energi gerak dengan bantuan engine di dalamnya. Kemudian, energi gerak itu diubah menjadi energi listrik dengan bantuan alternator. Jadi, bisa dikatakan engine dan alternator merupakan komponen penting genset untuk menghasilkan energi listrik.

Perlu Anda ketahui, terdapat dua jenis genset jika dilihat dari cara kerjanya, yakni genset otomatis dan manual. Tentunya, kedua jenis genset itu memiliki cara kerja yang berbeda. Berikut penjelasan selengkapnya:

  1. Cara Kerja Genset Otomatis

    Belakangan ini banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang menggunakan genset otomatis. Salah satu alasannya yakni cara kerja dan pengoperasiannya lebih sederhana, cepat dan praktis.

    Seperti namanya, genset otomatis memang bisa beroperasi atau menyala secara otomatis. Cara kerjanya menggunakan timer, yang mana nanti ketika terjadi pemadaman dari PLN, genset langsung bisa menyuplai listrik sebagai alternatif.

    Lebih lanjut, saat listrik dari PLN sudah menyala, suplai dari genset akan secara otomatis mati. Umumnya, waktu yang dibutuhkan untuk proses peralihan listrik genset ke listrik PLN dan sebaliknya hanya membutuhkan waktu lima detik.

  2. Cara Kerja Genset Manual

    Perbedaan antara cara kerja genset manual dan otomatis sebenarnya tidak terlalu mencolok. Genset manual harus dinyalakan secara manual dan membutuhkan waktu setidaknya 20 detik untuk membuatnya aktif. Dengan kata lain, genset baru bisa menyuplai listrik setelah 20 detik terjadi pemadaman listrik dari PLN.

    Genset manual diketahui dilengkapi dengan governor system yang berperan penting dalam menghasilkan putaran yang stabil. Menariknya, saat genset tidak memiliki beban, governor system juga dapat menghasilkan putaran yang stabil.

    Mengetahui cara kerja genset otomatis dan manual dalam menghasilkan energi listrik sangatlah penting. Pengetahuan ini nantinya pasti dibutuhkan saat Anda berurusan dengan genset untuk kegiatan tertentu.

Komponen Genset dalam Menghasilkan Energi Listrik

Untuk menghasilkan energi listrik, genset atau generator set dilengkapi dengan banyak komponen di dalamnya. Komponen satu sama lain tentunya ‘bekerja sama’ dengan baik sehingga mampu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.
Sedikitnya ada sembilan komponen utama genset yang perlu Anda ketahui. Di antaranya sebagai berikut: engine, alternator, voltage regulator, fuel system, lubrication system, cooling and exhaust system, control panel, main assembly dan battery charger.
Selain itu, ada sejumlah komponen pendukung genset yang juga berperan tidak kalah penting dalam menghasilkan listrik. Misalnya pelumas digunakan untuk melumasi komponen-komponen genset yang rentan aus. Sehingga, performa genset selalu dalam kondisi baik.

Lebih lanjut, komponen pendukung berupa pipa knalpot yang dibutuhkan sebagai jalur pembuangan energi panas saat genset dioperasikan. Tidak sedikit pengguna genset yang juga menambahkan kipas agar genset tidak mengalami overheat. Sehingga, kinerjanya tidak akan terganggu.

Ragam Bahan Bakar Genset

Setelah membaca penjelasan terkait cara kerja genset di atas, mungkin Anda dibikin penasaran dengan bahan bakar yang digunakan alat pemasok listrik itu. Secara umum, banyak masyarakat yang mengetahui bahan bakar utama genset adalah solar.

Padahal, tidak semua genset memakai bahan bakar solar lho. Ada juga genset yang dinyalakan dengan bahan bakar gas LPG atau CNG. Selain itu, genset tipe bensin bisa dinyalakan dengan menggunakan bahan bakar bensin.

Perlu diketahui, setiap genset yang menggunakan bahan bakar berbeda memiliki kelebihan. Nah, genset berbahan bakar solat atau yang disebut juga gensel diesel lebih dikenal juga tidak lepas dari kelebihan yang lebih mencolok dibandingkan dengan jenis genset lainnya.

Kelebihan genset solar di antaranya: tahan banting, perawatan tidak rumit, mampu memasok listrik berkapasitas besar dan lebih ramah lingkungan. Selain itu, harga bahan bakar solar lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya.

Kendati begitu, membeli atau menyewa genset sebaiknya tidak saja dilihat dari penggunaan bahan bakarnya, melainkan juga kebutuhan listriknya. Genset berbahan bakar solar umumnya digunakan untuk memasok listrik dengan kapasitas besar. Jadi, apabila Anda membutuhkan listrik yang tidak besar, sebaiknya gunakan jenis genset lainnya.

Lebih lanjut, genset berbahan bakar memiliki tingkat kebisingan yang tinggi sehingga cocok ditempatkan di outdoor. Nah, jika kebutuhan genset Anda mengharuskan ditempatkan di indoor atau dalam ruangan, sebaiknya pilih genset bensin yang mendukung silent mode.

Jadi, membeli atau menyewa genset sebaiknya tidak asal-asalan. Pertimbangkan beberapa hal sebagaimana yang kami jelaskan di atas sehingga pemilihan genset dapat dilakukan dengan tepat dan mampu menunjang kebutuhan listrik Anda.