Pengadaan genset diesel untuk perusahaan perlu dimulai dari kebutuhan listrik, sebab Anda perlu memastikan genset mampu menangani beban yang benar-benar membutuhkan backup, termasuk lonjakan daya saat beberapa peralatan mulai beroperasi.
Mengapa pengadaan genset diesel untuk perusahaan penting? Sebab, downtime akibat gangguan listrik dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar daripada biaya membeli genset.
Dalam survei Uptime Institute 2024, 54% responden melaporkan bahwa outage signifikan terakhir mereka menelan biaya lebih dari US$100.000, sementara satu dari lima outage berdampak besar menelan lebih dari US$1 juta.
Sebelum menentukan genset diesel yang akan dibeli, periksa beberapa aspek mulai dari jenis beban, kebutuhan kapasitas, spesifikasi genset, instalasi, hingga layanan purnajual.
Apa Saja yang Harus Dicek Sebelum Mengadakan Genset Diesel untuk Perusahaan?
Ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa sebelum perusahaan membeli atau mengadakan genset diesel, seperti memahami kebutuhan beban listrik dan menentukan kapasitas dan spesifikasi genset yang sesuai.
Setelah itu, pastikan aspek instalasi, biaya operasional, serta dukungan servis dan suku cadang juga sudah diperhitungkan.
1. Identifikasi Kebutuhan Beban Listrik
Langkah pertama adalah mengetahui peralatan apa saja yang harus tetap beroperasi ketika listrik utama padam. Jangan langsung menjumlahkan seluruh beban di fasilitas jika tidak semuanya membutuhkan backup dari genset.
Anda bisa membuat daftar peralatan yang akan ditopang dan mengelompokkannya berdasarkan prioritas.
Perhatikan juga starting load. Peralatan seperti motor, pompa, kompresor, dan AC dapat membutuhkan arus yang lebih besar ketika pertama kali dinyalakan. Jika kebutuhan starting ini tidak diperhitungkan, genset bisa mengalami drop tegangan atau bahkan gagal menjalankan beban.
2. Hitung Kebutuhan Kapasitas Genset
Langkah berikutnya adalah menghitung kapasitas genset yang dibutuhkan. Perhitungan ini penting agar genset mampu menangani seluruh beban tanpa bekerja terlalu berat atau justru terlalu rendah dari kapasitas optimalnya.
Pertama, hitung total kebutuhan daya dalam kW, lalu konversikan ke kVA dengan mempertimbangkan power factor (PF) yang secara umum menggunakan angka 0.8.
Total kebutuhan genset (kVA) = kW (total beban daya) ÷ 0,8 (power factor)
Untuk menentukan kapasitas genset yang lebih aman, tambahkan margin sekitar 10–20% untuk mengantisipasi lonjakan beban atau penambahan peralatan di kemudian hari.
Namun, perlu juga diingat, penggunaan kapasitas genset yang terlalu besar bisa menyebabkan wet stacking dalam jangka panjang. Agar mendapatkan solusi yang tepat, konsultasikan kebutuhan Anda dengan distributor/produsen genset.
3. Tentukan Jenis dan Spesifikasi Genset
Kebutuhan operasional perusahaan juga menentukan jenis dan spesifikasi genset yang tepat. Jangan hanya fokus pada kapasitas kVA. Pastikan spesifikasi unit sesuai dengan kondisi instalasi dan pola penggunaan.
Beberapa spesifikasi yang perlu diperiksa meliputi:
- Jenis bahan bakar: diesel, bensin, atau gas sesuai kebutuhan operasional.
- Tipe genset: open type untuk area yang memungkinkan suara dan emisi terbuka, atau silent type untuk lingkungan yang membutuhkan tingkat kebisingan lebih rendah.
- Prime power atau standby power: pilih sesuai apakah genset digunakan sebagai sumber daya utama atau hanya sebagai backup.
- Tegangan dan frekuensi: pastikan sesuai dengan sistem kelistrikan fasilitas.
- Jumlah phase: sesuaikan dengan jenis beban dan instalasi listrik perusahaan.
- Sistem pendinginan: pastikan sesuai dengan kapasitas mesin dan kondisi lingkungan.
- Kapasitas tangki bahan bakar: pertimbangkan durasi operasi yang dibutuhkan saat listrik utama padam.
4. Pilih Merek dan Engine yang Sesuai
Merek genset memang penting, tetapi jangan menjadikannya satu-satunya pertimbangan. Perhatikan juga kualitas dan reliability engine, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis yang bisa Anda dapatkan setelah pembelian.
Beberapa merek genset diesel perusahaan yang patut Anda pertimbangkan adalah Cummins dan Perkins. Kedua merek ini sudah terbukti memiliki performa yang baik untuk kebutuhan industri menengah dan besar.
Selain itu, spare part genset juga banyak tersedia di Indonesia, sehingga proses servis atau reparasi komponen mesin genset dapat dilakukan secara cepat dan lebih efisien dari segi biaya.
5. Periksa Sistem Kontrol dan Proteksi
Sistem kontrol dan proteksi membantu memastikan genset beroperasi dengan aman serta merespons kondisi kelistrikan dengan tepat. Jangan hanya memeriksa mesin dan kapasitas genset.
Pastikan panel kontrol dan fitur proteksinya juga sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Setidaknya ada enam komponen sistem kontrol dan proteksi yang perlu Anda periksa.
6. Pastikan Kebutuhan Instalasi Sudah Diperhitungkan
Pengadaan genset tidak berhenti setelah unit dibeli. Pastikan lokasi dan kebutuhan instalasinya sudah diperhitungkan sejak awal agar genset dapat beroperasi dengan aman dan mudah dirawat.
Untuk melakukan instalasi genset secara tepat, Anda perlu mempertimbangkan lokasi penempatan genset beserta ventilasi pembuangan gas. Pastikan area aman, mudah diakses, dan memiliki sirkulasi udara yang baik atau sistem exhaust jika diperlukan.
Aspek penting lainnya untuk memastikan instalasi genset yang tepat adalah jalur kabel dan ruang tangki bahan bakar. Selanjutnya, sisakan ruang yang cukup bagi teknisi untuk melakukan inspeksi, servis, dan penggantian komponen.
7. Hitung Total Cost of Ownership (TCO)
Perusahaan juga perlu melihat Total Cost of Ownership (TCO), yaitu keseluruhan biaya yang muncul selama genset digunakan. Perhitungan ini membantu Anda membandingkan beberapa pilihan genset berdasarkan biaya jangka panjang.
Genset dengan harga awal lebih rendah belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis. Apa saja yang termasuk dalam TCO yang wajib Anda pertimbangkan?
- Harga pembelian genset, termasuk engine, alternator, dan panel kontrol.
- Biaya instalasi, seperti pondasi, kabel, exhaust, grounding, dan kebutuhan pendukung lainnya.
- Konsumsi bahan bakar, terutama jika genset akan sering digunakan.
- Biaya preventive maintenance, seperti penggantian oli, filter, dan pemeriksaan komponen secara berkala.
- Biaya spare part untuk komponen yang perlu diganti selama masa penggunaan.
- Biaya operasional jangka panjang, termasuk servis, perbaikan, dan kebutuhan teknis lainnya.
Bandingkan juga efisiensi bahan bakar, kebutuhan maintenance, ketersediaan spare part, dan dukungan servis sebelum menentukan pilihan.
Bagaimana Memilih Distributor Genset yang Tepat?
Distributor genset yang baik tidak hanya menyediakan genset, tetapi juga membantu memastikan spesifikasi unit sesuai kebutuhan, menangani instalasi, dan menyediakan dukungan teknis setelah pembelian.
Sebelum menentukan supplier, periksa beberapa aspek berikut agar Anda tidak hanya mendapatkan unit yang sesuai, tetapi juga dukungan yang memadai selama genset digunakan.
1. Cek Legalitas dan Pengalaman Supplier
Pastikan distributor memiliki legalitas usaha yang jelas dan pengalaman menangani pengadaan genset untuk kebutuhan perusahaan. Anda juga bisa melihat proyek atau pelanggan sebelumnya untuk mengetahui apakah distributor pernah menangani kebutuhan dengan skala dan jenis genset yang serupa.
2. Pastikan Spesifikasi dan Garansi Produk Jelas
Distributor seharusnya dapat memberikan datasheet dan menjelaskan spesifikasi engine, alternator, kapasitas, serta fitur genset secara transparan. Periksa juga ketentuan garansi, termasuk durasi, komponen yang ditanggung, dan prosedur klaim jika terjadi masalah pada unit.
3. Periksa Ketersediaan Spare Part dan Teknisi
Ketersediaan spare part dan teknisi berpengalaman akan memengaruhi kemudahan maintenance genset dalam jangka panjang. Pastikan supplier memiliki akses terhadap suku cadang yang dibutuhkan dan teknisi yang memahami unit yang Anda beli.
4. Pastikan Supplier Menyediakan Instalasi dan Maintenance
Jika pengadaan mencakup instalasi, pastikan supplier dapat menangani instalasi dan commissioning untuk memastikan genset terpasang dan berfungsi sesuai spesifikasi. Tanyakan juga ketersediaan layanan preventive maintenance agar kondisi genset dapat diperiksa secara berkala setelah digunakan.
5. Cek Dukungan Emergency Service
Genset biasanya digunakan sebagai backup untuk kondisi yang tidak terduga. Pastikan distributor memiliki layanan emergency service dan waktu respons yang jelas ketika terjadi gangguan atau kerusakan.
6. Minta Referensi Proyek atau Pelanggan
Jika memungkinkan, minta referensi proyek atau pelanggan yang pernah menggunakan produk dan layanan distributor . Hal ini dapat membantu Anda menilai kualitas produk, layanan teknis, serta kemampuan supplier dalam menangani kebutuhan perusahaan.
Hindari membandingkan distributor berdasarkan harga genset. Pertimbangkan juga kualitas unit, kelengkapan layanan, ketersediaan spare part dan teknisi, serta kemampuan supplier memberikan dukungan dalam jangka panjang.
Checklist Final Sebelum Membeli Genset Diesel
Sebelum memilih unit dan menyelesaikan pengadaan, lakukan pengecekan singkat berikut untuk memastikan kebutuhan teknis, instalasi, dan layanan supplier sudah sesuai. Simak checklist lengkapnya berikut.
Kebutuhan & Spesifikasi
- Kebutuhan beban dan starting load
- Kapasitas kVA
- Engine & alternator
- Prime/standby power
- Control panel & AMF/ATS
Instalasi & Operasional
- Lokasi dan instalasi
- Konsumsi bahan bakar
- Maintenance dan spare part
- Grounding & sistem exhaust
Supplier & Biaya
- Garansi dan layanan service
- Emergency service
- Referensi proyek/pelanggan
- Total Cost of Ownership (TCO)
Kesimpulan: Sudah Siap Mengadakan Genset untuk Perusahaan?
Pengadaan genset diesel untuk perusahaan harus disesuaikan dengan kebutuhan operasional, karakteristik beban, pola penggunaan, dan kondisi instalasi agar unit bekerja optimal saat dibutuhkan.
Lakukan load calculation dan technical assessment untuk mengetahui kapasitas serta spesifikasi genset yang benar-benar sesuai. Jangan lupa mempertimbangkan biaya operasional, maintenance, ketersediaan spare part, dan dukungan supplier dalam jangka panjang.
DPS Power siap membantu jika Anda masih ragu menentukan kapasitas atau spesifikasi genset yang tepat. Tim berpengalaman kami juga akan membantu Anda memilih dan menyediakan genset sesuai kebutuhan perusahaan.
Hubungi DPS Power untuk konsultasi dan pengadaan genset diesel sesuai kebutuhan operasional Anda.
FAQ Pengadaan Genset Diesel untuk Perusahaan
- Berapa kapasitas genset yang dibutuhkan perusahaan?
Kapasitas genset bergantung pada total beban yang perlu di-backup, starting load, power factor, serta margin kapasitas yang dibutuhkan. Lakukan load calculation terlebih dahulu agar kapasitas genset tidak terlalu kecil atau berlebihan.
- Apakah genset diesel harus menggunakan AMF/ATS?
Tidak selalu. Panel AMF/ATS dibutuhkan jika perusahaan ingin proses perpindahan dari listrik utama ke genset berlangsung otomatis saat terjadi pemadaman. Untuk pengoperasian manual, sistem ini tidak selalu diperlukan.
- Apa yang harus diperhatikan saat memilih supplier genset?
Periksa pengalaman supplier, kejelasan spesifikasi produk, garansi, ketersediaan spare part dan teknisi, kemampuan instalasi dan commissioning, hingga layanan preventif dan servis darurat.
- Apakah harga genset menjadi faktor utama dalam pengadaan?
Harga pembelian penting, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan. Perusahaan juga perlu menghitung konsumsi bahan bakar, biaya maintenance, spare part, instalasi, dan biaya operasional untuk mengetahui Total Cost of Ownership (TCO).
- Mengapa perusahaan perlu melakukan technical assessment sebelum membeli genset?
Technical assessment membantu memastikan kapasitas, spesifikasi, sistem kontrol, instalasi, dan kebutuhan backup sesuai dengan kondisi fasilitas. Proses ini meminimalkan risiko memilih genset yang tidak sesuai kebutuhan.